Gizi & Stunting

Proyeksi, peringatan dini, dan rekomendasi strategis berbasis data · Mei 2026

RH
RingkasanPeta SebaranProgram IntervensiPrediksi & Insight

Proyeksi Prevalensi Stunting

Proyeksi 6 bulan ke depan vs target nasional 14%

PROYEKSI NOV 2026

14.3%

selisih 0.3% ke target

Indikator Peringatan Dini

Wilayah dengan potensi peningkatan risiko

Cilincing, Jakarta Utara

Tinggi

Tren naik 3 minggu berturut-turut, cakupan posyandu 78%

Rekomendasi: Intervensi gizi & sanitasi prioritas

Cakung, Jakarta Timur

Tinggi

Prevalensi 21.8%, stok PMT < 15 hari

Rekomendasi: Pengadaan PMT segera

Penjaringan, Jakarta Utara

Tinggi

Akses air bersih 64% (target 85%)

Rekomendasi: Akselerasi program PAM Jaya

Kep. Seribu Selatan

Sedang

Logistik PMT terhambat cuaca, prevalensi 22.7%

Rekomendasi: Koordinasi distribusi alternatif

Johar Baru, Jakarta Pusat

Sedang

Tren naik 0.4 dalam 1 bulan terakhir

Rekomendasi: Monitoring intensif Posyandu

Rekomendasi Tindakan

Rekomendasi strategis untuk pimpinan

Prioritas

Fokus 5 kecamatan Jakarta Utara

5 dari 6 wilayah risiko tertinggi ada di Jakut. Konsolidasi anggaran intervensi di Jakut dapat menurunkan prevalensi provinsi 1.2%.

Aksi Cepat

Optimasi posyandu di Penjaringan

Menaikkan cakupan posyandu dari 73% → 90% berpotensi mendeteksi tambahan 2.100 balita berisiko.

Strategis

Integrasi data Dinsos + Dinkes

Cross-match data bansos & e-PPGBM mengidentifikasi 8.400 keluarga berisiko ganda yang belum mendapat PMT.

Pengawasan

Program STBM hanya 60% realisasi

Penyebab dominan stunting (sanitasi). Disarankan rapat koordinasi Dinas LH untuk akselerasi Q3.

Analisis Korelasi Faktor

Hubungan faktor sosial-ekonomi terhadap prevalensi stunting. Makin negatif makin protektif.

Pengaruh kuat
Sedang
Lemah
Sanitasi layak
-0.74
Akses air bersih
-0.72
Cakupan posyandu
-0.68
Pendapatan KK
-0.61
Pendidikan ibu
-0.55
Imunisasi dasar
-0.43
-1.0-0.8-0.6-0.4-0.20.0

MedInsight Portal · Data ilustratif untuk keperluan demo · Mei 2026